Penjelasan Ilmiah & Meluruskan Pemahaman Tentang
ILMU LEAK BALI
Sampurasun, Homswastiastu
Dengan meningkatnya kekuatan mental dan kekuatan prana yang mengalir di ida dan pinggala seseorang, maka meningkat pula kemampuannya untuk mempengaruhi medan energi sekitar sehingga dia bisa menyebarkan vibrasi energi cinta kasih (pengasih) atau energi penakluk (penangkeb), bahkan energi sesirep atau vibrasi energi apapun yang diinginkan.
Kemudian saat medan energi ini melingkupi seseorang, maka dia akan terpengaruh secara mental, emosional dan fisikal, dengan kata lain medan energi ini akan memunculkan 'state" tertentu dalam diri orang tersebut.
Kemudian, karena memang sudah kecenderungan manusia untuk 'state dependance" atau fungsi mental dan kognitifnya akan sangat ditentukan kondisi emosional maka saat dia terkena vibrasi energi menakutkan dan dia ketakutan maka dia akan dilemahkan emosinya sendiri, pikirannya mulai menggambarkan berbagai sosok menakutkan sesuai isi mindsetnya; "jangan-jangan ada leak", "aduh jangan-jangan ada celuluk", "adu guwa kena serangan jarak jauh nih" dan perasaan-perasaan negatif lainnya.
Baik itu sosok atau wujud, pikirannya sendirilah yang memunculkan dengan dirangsang vibrasi energi tadi. Bahkan saking yakinnya dia kena "serangan gaib" maka dia jadi benar-benar merasakan sakitnya, yang tentu saja diperiksa ke dokter tidak akan ketahuan sebabnya karena sakitnya di pikiran bukan di mental dan psikosomatik (sakit di pikiran yang membuat fisik ikut sakit).
Nah itu baru kena vibrasi energi yang mempengaruhi mental, karena di tataran tertentu bisa tercipta "pengaruh langsung" energi ke fisik seseorang juga.
Dan inilah kondisi orang yang kena "sihir" yang sebenarnya tanpa kena pengaruh vibrasi energi orang lain pun dirinya sendiri bisa mewujudkan sakit, sosok dan gejala serupa.
Nah jika Anda ingin "me-nyihir" orang lain dengan cara ini ada 2 hal yang perlu Anda latih; pertama ilmu hypnotis (komunikasi) dan atau kedua, ilmu untuk mengendalikan vibrasi energi Anda.
Lalu karena fenomena "psikosomatik" ini (entah dengan atau tanpa energi) bertemu dengan kecenderungan manusia lainnya, yaitu "selalu butuh penjelasan" maka mulailah Leak disalahkan. Karena psikosomatik memang susah didiagnosa, lebih banyak melibatkan yang abstrak (pikiran) dibanding yang kasat mata, maka upaya menjelaskan yang abstrak ini mulai mengikuti 'trend' keyakinan masyarakat; sakit gak jelas sebabnya pasti kena serangan gaib, kena Leak...dan Ilmu Leak yang adalah Jalan Tantra yang luhur pun makin tercemar dan dijauhi (sementara praktisi pengleakan tidak akan mengklarifikasi karena ilmu ini sebagaimana kebanyakan aliran Tantra lain sangat mementingkan kerahasiaan).
TERCIPTANYA SIHIR:
Sihir tercipta karena keyakinan, keyakinan bahwa sesuatu akan terjadi. Entah sesuatu yang buruk, atau sesuatu yang baik. Namun keyakinan adalah "hasil" bukan "sebab", lebih tepatnya keyakinan adalah hasil yang mewujudkan hasil itu (yaitu sihir).
Ada istilah keren dalam bahasa Inggris yang sangat saya sukai berkaitan keyakinan, "make believe" atau membuat yakin.
Apa yang membuat Anda yakin?
Banyak hal: mulai dari sarana dan prasarana, orang atau tokoh otoritas dan lainnya yang kemudian membentuk keyakinan ini.
Misalkan saja, Anda ining memohon kemajuan usaha Anda dengan hanya memohon biasa sambil tiduran di kamar, tentu dampaknya tidak akan sesiginifakn dibanding Anda memohon dengan bersembahyang dengan menghaturkan pejati, pada hari yang dianggap suci, pada tempat yang sangat sakral dan dengan media yang susah dicari.
Semua daya upaya (bayu) yang lebih besar itu akan membuat Anda memiliki keyakinan (idep) yang lebih besar pula bahwa yang Anda mohonkan (sabda) akan terjadi.
Jadi keyakinan dibentuk oleh apa yang Anda lakukan dengan sembahyang, ritual, dll, dibentuk oleh rangkaian mantra dan doa (sabda) serta pemahaman (idep).
Anda tidak bisa jadi yakin begitu saja, Anda perlu melakukan sesuatu yang akan membuat Anda otomatis yakin. Dan leluhur di Bali sudah mewariskan cara meyakinkan diri yang sangat "modern" dengan berbagai ritualnya.
Nah, karena keyakinan Anda sudah terbentuk, perhatian (attention) Anda terhadap doa Anda sudah terbentuk, maka yang kemudian perlu dilakukan adalah menjaga perhatian (attention) tersebut tetap tertuju pada doa Anda itu sampai doa Anda itu benar-benar terwujud.
Ini berkaitan dengan hukum energi, "energy flows where attention goes", energi mengalir kemana perhatian Anda mengarah.
Bagaimana leluhur kita membekali metode untuk mengarahkan energi secara terus meneurs terhadap doa kita dengan menjaga perhatian (attention) senantiasa terarah kesana?
Jawabannya yaitu dengan "rerajahan/rajah" yang ditempel di tempat usaha atau dijadikan "bebuntilan" atau dengan "daksina" yang dilinggihkan di pelinggih tempat usaha.
Kalau memakai bahasa dunia Hypnotis; banten, dewasa ayu, dan sarana lain menjadi media 'induksi' dan media pembentukan 'preframe' lalu rerajahan dan bebuntilan menjadi media 'anchor' dari kondisi mental/state/keyakinan yang telah terbentuk agar bertahan lama.
Luar biasa terstrukturnya metodelogi dari jaman kuno ini.
Mulai dari mengkondisikan psikologis secara bertahap sampai menjadi pengkondisian mental tersebut untuk mempengaruhi energi metafisik yang ada.
Lalu bagaimana 'Balian' dll memanfaatkan semua ini untuk tujuan "ugig" atau "usadha"? Bagaimana metode yang berasal dari mekanisme psikologis ini dimanfaatkan untuk mengirim energi negatif (pepasangan, bebai, dll?) yang merugikan orang lain dan bahkan menimbulkan penyakit....??
#BaliWisdom
Belajar seni beladiri, seni komunikasi, hipnotis, penyembuh ajaib, magnetism, metafisika, dll dengan metode terhebat sesuai kurikulum dunia dibimbing secara langsung oleh pemuda hebat dan berbakat asli kelahiran Rembang, Jawa Tengah yang sepak terjangnya udah diakui dunia dan berpredikat Crazy Maestro. Neezzar Sayddan Professional Hypnotherapi || Magician || Trainer || Pelatihan || Private || Hipnosis || Magnetism || Mesmerism || Pukau || Gendam || Paranormal || Spiritual || Konsultasi || dll